Selasa, 27 November 2012

Impian Tentang Kalian

Dalam ranah yang mereka sebut keabadian
Aku bersemayam bersama ingatan tentang kalian
Kudekap dan kuucap namamu satu demi satu
Sebelum lautan cahaya melarutkan kita dan waktu
Walau tiada aksara di sana
Walau tiada wujud yang serupa
Tanpa pernah tertukar aku menemukanmu semua
Seperti engkau semua menemukanku

Empat, lima, dan enam
Berapa pun banyaknya kita tersempal
Perlahan lebur menjadi tunggal
Dua, satu, dan kosong
Bersama kita lenyap menjadi tiada

Dalam ranah yang mereka sebut kehidupan,
Aku dan kalian menangis dan meregang di antara ruang
Aku dan kalian tersesat dalam belantara nama dan rupa
Masihkah kau mengenali aku?
Masihkah aku mengenalimu?
Jiwa kita tertawa dan berkata :
Berjuta kelahiran dan kematian telah kita dayakan
Berjuta kata dan sabda telah kita ucapkan
Berjuta wadah dan kaidah telah kita mainkan
Hanya untuk tahu tiada kasih selain cinta
Dan tiada jalinan selain persahabatan
Meski tak terkira banyaknya nama dicipta
Meski tak terhingga rasa menjadi pembeda
Aku akan menemukanmu semua, sebagaimana engkau semua menemukanku
Sahabat, jika kita berpecah raga
Satu, jika kita memadu raga
Tiada, jika hanya jiwa
Inilah kenangan yang kucuri simpan
Saat kubersemayam dalam ranah yang mereka sebut keabadian
Inilah kenangan yang kusisipkan di sela-sela mentari dan bulan
Yang kelak mereka bisikkan saat kucari kalian
Dalam belantara yang dinamai kehidupan

Ingatan pertama dan terakhir
Yang mengikuti saat aku terlahir
Yang bersembunyi hingga kalian semua hadir
Yang menemani saat udara usai mengalir
Cinta dan sahabat
Sahabat dan cinta
Itulah jiwa yang terpecah dengan sederhana
Sisanya fana

Dee (Dewi Lestari) (2010)

Hidupku Bukanlah Dongeng Semata

Sapaan pagi menerpa wajahku dengan hangat
Memberikan kesejukan akan pesona alam
Semilir angin seperti hendak mengajakku bermain dengannya
Namun, hanya senyuman yang mampu ku berikan padanya
Saat itu ku rasakan damai menyelimutiku

Namun, ku tahu, hidup bukanlah mimpi
Mimpi indah yang ku bangun di dalam asa
Kadang aku bisa merasakan kedamaian
Namun badai tak mengizinkanku untuk merasakannya cukup lama

Aku ingin menjerit, melampiaskan segala penat yang ada
Tak ku pungkiri, hatiku lelah karenanya
Namun hanya kebisuan sebagai jawaban atas semuanya

Kemanakah ku harus berlari agar aku bisa mengerti
Kemanakah ku harus memulai agar aku mampu berdiri lagi
Tanpa ku sadari, tetes demi tetes air berkecamuk di pelupuk mata
seakan meratapi kemalangan yang dialami oleh pemiliknya

Aku tak mengerti
Aku bingung
Apakah ini waktuku untuk tumbuh dewasa

Jikalau ku bisa mengulang waktu
Ku ingin diriku seperi Peter Pan
Menikmati masa kecil penuh bahagia
Tapi satu hal yang ku tahu
Hidupku bukanlah dongeng semata

In the Past

Nah, ini zaman SMP, aku buat puisi agak berlebihan (metafora), harap dimaklumin ya ^_^'

Di dalam hati banyak sekali yang ku pendam
Sedih, suka, duka tak dapat ku bendung
Mereka meluap
Rasanya ingin ku lepas semua itu
Tapi bagaimana
Tahukah kau caranya ?
Beri tahu aku
Aku tidak bisa menahan lagi
Rasa ini hanya semakin menyakiti hatiku
Andai saja ku bisa
Pastilah saat ini diriku mengerti
Apalah artinya hidup ini
Ku coba melawan semua itu
Tapi tetap saja hatiku masih sakit
Aku tak tahu lagi harus bagaimana
Aku ingin bertanya padamu
Bolehkah aku menyayangi seseorang?
Bolehkah aku merasa disayangi?
Aku rasa tidak
Kasih itu hanyalah semu bagiku
Bagaikan pasir yang rapuh saat ku genggam
Ku iri
Teman bahkan adikku sendiri pun pernah merasakannya
Mengapa ku tak bisa?
Apa aku tak pantas menerima semua itu?
Walaupun begitu.....ku takkan menangis
Aku yakin
Suatu saat nanti akan datang seseorang
Seseorang yang akan memberikan kasihnya untukku

Comment dari diriku sendiri
"Sempat kaget, ternyata dulunya aku seperti itu. Banyak hal yang terlupa tentang kenangan di masa lalu. Contohnya dengan puisi ini. Kalau dirasa, mungkin saja saat-saat itu adalah momen terberat yang bisa membuat depresi. Seperti hilang ingatan, kenangan pahit di masa lalu hanya sekeping puzzle yang sedikit ku ketahui saat ini. Mungkin memang itulah inginku bahwasanya kenangan pahit mesti dibuang sehingga aku bisa menata hidupku lebih baik. Yah, life show must go on alias hidup harus terus berjalan. Itu masa lalu. Dan dari sinilah, aku maju!!!"

Perception

I can't believe
That was happened in my life
From to be friend...
Like him, and......
Now, become an enemy in my eyes

I was sad
I don't want to like that
But, what I must to do ?
I can't, I am weak

When You Go From Me

When you go from me
My world is empty
I want to meet you
I want to give you sweet hug
I want to beside you
But .....
It never happen
That's only my mind
And never happen in my life

If we meet one day
I hope you remember me
And I wish you never forget me
Forever

Nb : (Harap maklum bila bahasanya amburadul hehehe, zaman dulu ya beginilah sok-sok buat puisi pake bahasa Inggris)

You and I

Next session.....

Berikut ini salah satu puisi di masa lalu ala bahasa Inggris. Check it out!!!

When I closed my eyes
I felt alone
And you came to me
You say "Hey, wake up !!!"
"You're not alone"
"I'll be here with you"

I open my eyes
I see you
And then I give a hug from you
I cry
Nobody give me that

I believe
I'll have a best friend
Not one but many, many, and many friends
And become the inspiration of my life

Jumat, 23 November 2012

Barangkali Cinta

Barangkali cinta
Jika darahku mendesirkan gelombang yang tertangkap oleh darahmu
dan engkau beriak karenanya
Darahku dan darahmu
terkunci dalam nadi yang berbeda
Namun berpadu dalam badai yang sama

Barangkali cinta
Jika napasmu merambatkan api yang menjalar ke paru-paruku
dan aku terbakar karenanya
Napasmu dan napasku
bangkit dari rongga dada yang berbeda
Namun lebur dalam bara yang satu

Barangkali cinta
Jika ujung jemariku mengantar pesan yang menyebar ke seluruh sel kulitmu
dan engkau memahamiku seketika
Kulitmu dan kulitku
membalut dua tubuh yang berbeda
Namun berbagi bahasa yang serupa

Barangkali cinta
Jika tatap matamu membuka pintu menuju jiwa
dan aku dapati rumah yang kucari
Matamu dan mataku
tersimpan dalam kelopak yang terpisah
Namun bertemu di jalan setapak yang searah

Barangkali cinta
karena darahku, napasku, kulitku, dan tatap mataku
Kehilangan semua makna dan gunanya
Jika tak ada engkau di seberang sana

Barangkali cinta
Karena darahmu, napasmu, kulitmu, dan tatap matamu
Kehilangan semua perjalanan dan tujuan
Jika tak ada aku di seberang sini

Pastilah cinta
Yang punya cukup daya, hasrat, kelihaian, kecerdasan, dan kebijaksanaan
Untuk menghadirkan engkau, aku, ruang, waktu
Dan menjembatani semuanya
Demi memahami dirinya sendiri


Dee (Dewi Lestari) dalam "Madre"