Minggu, 25 Desember 2011

Aku, Langit, dan Awan


Duhai cahaya yang membiru diterpa lautan
Kan ku katakan suatu hal kepada mu
Aku telah mengejar langit
Tapi tangan ku tak mampu meraihnya
Aku ingin gapai awan
Namun,
Rintik hujan tak biarkan ku sentuhnya
Lalu,
Aku harus bagaimana ?
Apa yang bisa ku lakukan?
Aku merana
Keduanya tiada dalam genggaman ku
Padahal kehadirannya teramat ku rindui
Sungguh, tapak kaki ku mulai goyah
Dirajam emosi yang membara
Juga nafsu yang hilang kendali
Bahkan pena terkuat sekali pun tak mampu menembusnya
Memecah riak-riakan yang teramat menyiksa

Duhai sinar yang mendamai
Ingin rasanya aku menangis
Bersimpuh tergugu, menyatu dengan pijakan alam
Membayang pada sesuatu yang tak terungkap
Diam dengan seribu rahasianya
Mampukah?
Sedang aku tak hadir kenali diri
Juga mereka yang hidup di kisah pelangi ku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar