Minggu, 01 Januari 2012

Rumah Tamu


Menjadi manusia ibarat rumah tamu
Setiap pagi datang tamu yang baru
Kegembiraan, kesedihan, atau kekejaman
sejumlah kesadaran sekejap muncul
bagaikan tamu yang tak diduga
Sambutlah dan jamulah mereka semua!
Meskipun mereka adalah sekerumunan nestapa,
yang menyapu seisi rumah mu
mengosongkannya dari segala yang ada di dalamnya
tetap hormatilah setiap tamu
Dia mungkin membersihkan rumah mu demi kebahagiaan baru
Pikiran suram, kepura-puraan, dengki,
sambutlah mereka di muka pintu dengan tawa,
dan undanglah mereka masuk
Berterima kasihlah kepada siapa pun yang datang
Karena setiap tamu dikirimkan dari atas sana
sebagai pemandu mu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar